Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Sekarat

Jika sebuah tangisan bisa dihitung dan dikumpulkan, maka ia sudah jadi teman laut sekarang dan bukan cuma-cuma membasahi wajahku. Jika ketakutan bisa dibungkus menjadi satu, barangkali tumpahannya bisa menambah kelamnya aroma malam. Jika keputus-asaan yang berlimpah ini seandainya tertiup angin, dibawanya pada suatu gurun, sudahlah ia menghembuskan kemuraman di atasnya selama bertahun-tahun. Jika kemurungan ini dapat dibagi, diantarkan menuju langit, lalu ia menangisinya dengan hujan deras tanpa henti. Bahkan jika tubuh ini dibelah menjadi beberapa potong, yang memakannya akan sakit dan gila karena darahnya hanya menguarkan bau anyir lebih daripada kematian. Maka apa konklusi agung dari sekian balada itu? Ketika doa menjadi sesuatu yang ditakuti, karena kenyataan tak pernah menjamin sucinya doa. Ketika kepercayaan pada keajaiban Tuhan menjadi tumpul, dan gerakan-gerakan hanya sebatas ritual menunaikan kewajiban. Manuver yang tak mengandung makna, tapi menyirat suatu prihatin bahwa tida...