Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Menulis itu luka | Kilas Cerpen

“Menulis itu luka.” Dia  menanggapi dengan singkat ucapanku dengan menunduk. Cangkir berisi kopi di hadapan yang tampak sudah mendingin membuat tangannya menggapai gagangnya lalu menyesapnya pelan. Aku menghela napas sejenak. Mataku menatap kembali lembaran kertas yang masih kupegang dengan sayu, telah berhari-hari aku merangkai cerita yang kusiapkan untuk kolom redaksi bagianku, hanya untuk mendapatkan tanggapan yang jauh dari kata baik. Siang itu juga, dia mengajakku untuk menepi di cafe dekat kantor. Menyegarkan pikiran, katanya. “Kenapa luka? Bisa juga pelampiasan.” Sanggahku bukan tidak setuju, hanya ingin lebih banyak dengar pendapatnya. Mendengarnya berbicara tidak pernah membosankan. Selalu ada hal menarik dari perkataannya. “Luka kalau menulis buat orang lain. Nulis buat diri sendiri, dan cari kepuasan sendiri mungkin jalan paling baik.” Selorohnya setelah kembali meletakkan cangkir ke piringnya, kini menatap manik mataku dengan lembut. Aku mengangguk-angguk dalam....