Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

(Bukan) Seperti Quick Count Yang Tak Pasti

Halo, tenang-tenang. Saya gak akan bahas sinetron melopolitik yang sedang menyesaki atmosfer nusantara, kok. Sama, saya pun pusing. __ Sebelumnya, ini sekadar sharing opini aja ya, saya pun gak lebih baik dari kalian :) // Jadi begini, tiba-tiba terlintas aja suatu topik akibat gejolak memoriam yang lancang mengisi kegabutan-kegabutan saya. Dan, itu gak sehat. Ngomong-ngomong soal kepastian, pasti identik banget sama 'cinta' dan si dia. Saya paham banget, saya juga pernah berada di posisi tidak diberi kepastian, dan tidak memberi kepastian. Yang posisi kedua, tentu terpikir agak jahat ya? Saya hanya mengira saya tidak cukup pantas memberi kepastian apapun kepada siapapun, toh hati dan semua yang saya miliki pun tidak pasti selamanya milik saya. Ada yang Maha Membolak-balikkan, menetapkannya, juga menghilangkannya. Lha wong besok saya juga gatau apa yang bakal terjadi sama saya. Gimana mau kasih kepastian yang bahayanya bisa sampai seumur hidup? Padahal, kalo k...

Surat dari Tukang Pos

Pada suatu sore yang terik, aku ingat sekali Sebab lenguhan rem motor bebek itu mendengik di depan rumahku Ah, tukang pos itu! Aku riang girang sekali, tidak sia2 menunggu senja di depan rumah sendiri Larilah aku kepadanya, yang berbaju cokelat tahi selalu itu Barangkali hanya aku yang selalu ceriwis, sebab tiap hari wajahnya selalu begitu, namun gigi2nya tidak pernah tak meringis saat melihatku Kemudian surat itu kugenggam Kupandangi ia hingga muram Aku tak jadi senang tapi! maka gigi2 yg meringis itu kembali mengatup, dan wajahnya seperti semula tadi Kamu tahu kenapa? Otakku bilang itu bukan surat yang kutunggu Dia dengar mata berkata bahwa suratnya berwarna putih, ya seperti surat2 formal itu saat mau sekolah atau sakit Jelas sekali tidak ada cinta di situ! Timpal hatiku yang pilu Malang nian kau ini, dambakan mana yang tak datang Aku makin sedih, tapi hati yang baik bilang: Coba kau buka dulu, siapa tahu... ...