Dia


Laut pernah berbisik padaku, "datangilah aku kala kau resah"
Dan sore itu aku datang
Menumpahkan sejuta gelisah pada riak ombak yang menyapu butiran pasir
Lantas ia berlalu
Membawa pergi segala rasa yang meluah
Yang kini terseret-seret gelungan ombak dg pasrah
Laut selalu punya cara mengusir gelisah, bukan?

Bolehkah aku bertanya ?
Ia tersenyum mengiyakan
Sudah semenggunung apa rasa2 yang kau tumpuk dari sekian jiwa yg lelah ?
Laut tersenyum bahagia

Kini senja sudah menggantung di cakrawala
Dan mentari kian terperosok di garis samudera
Laut memandangnya penuh makna
Aku tidak menumpuknya.
Karena aku memang tak pernah membawa rasa rasa itu.
Biar ia dibawa angin, berhembus hingga ujung dunia

Aku selalu berdoa pada Pencipta langit
Namun kau justru memujaku
Aku selalu memandang Pemilik senja di kala durja
Ketika kau justru bermesra-mengenang duka-bersama senja
Aku sering dihadiahi banyak sampah, dan aku tak pernah marah
Toh, Tuhan selalu punya cara menegur sesuatu yang salah, bukan ?

Ini sungguh bukan tentang aku,
Dia
Ataupun mereka
Namun, tidakkah kau ingat padaNya ?
-
"Mengeluhlah padaKu, maka sesungguhnya Aku dekat."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Berapa Lama?

RESENSI NOVEL PULANG LEILA S. CHUDORI