Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Besok Senin

Memutuskan membuat ini sebelum besok benar-benar senin dan malas jadi basi. Demi merayakan hari terakhir kemageran dan beberapa saat sebelum kemerdekaan hari penuh deadline, ada beberapa wejangan untuk saya di esok hari hingga seterusnya. Sebelum kepada siapapun, ini tertuju untuk diri sendiri lebih dulu tentu saja. Kalau mau ngomongin soal quote motivasi, sepertinya setiap orang sudah khatam dan menelannya berkali-kali sampai berliur-liur.  Mari bicara soal pengalaman. Semester 5, artinya tahun ketiga, alias sudah genap 2 tahun jatuh bangun hingga ambyar dan kamu nggak mati, kok!  Tetap hidup, dan matahari tetap mengunjungi pagi, sampai digelincirkan oleh malam. Berkali-kali takut, resah, dan semua perasaan negatif yang kamu rasakan, hanya untuk kemudian sadar kalau kenyataan nggak sekejam itu.  Berkali-kali mau ketemu senin dan diguyur paradigma seram-nya di malam sebelum hari itu dateng, ternyata nggak terbukti. Dia masih punya nurani. Berulang kali mencoba, dan salah,...

Mercusuar #BukanCerpen

Ada yang ingin kulakukan sore ini. Mendengar deburan ombak, biru langit yang berpadu dengan semburat swastamita, dan semburan angin yang kuharap bisa mengusir hiruk pikuk pikiran atas penatnya dunia.  Ah, aku harus benar-benar ke sana. Setiap sekali kayuh aku melantunkan doa, semoga ada ketenangan yang kudambakan dalam tarik napasnya. Saat segala hal menghujam diri tanpa kata henti, aku butuh mendekat pada semesta, mencoba dengar apa yang dipendamnya sebab ia begitu tegar menjalankan amanat Tuhan; bertahun-tahun diterpa matahari, berteman dengan bulan dan tarikannya, dan ia tetap menyenangkan untuk dinikmati siapapun yang hampir-hampir kehilangan dirinya sendiri. Ia sudi menjadi teman pada yang mendekat, bahkan tanpa berbicara sepatah kata, cukup ia peluk siapapun dengan pesan kasih lewat tiap ombak yang berderu menghampiri. Biar aku sendiri saja, dan butuh sendiri untuk bisa menikmati. Sebelum menjemput kedamaian itu, suara-suara asin sedikit menusuk penciumanku. Ikan-ikan dijemur...

untukmu agamamu & untukku agamaku

kalau mau jujur, dan memang fakta, sadar gak sadar dunia makin aneh. makin unik. makin ekstrem. makin mikirin diri sendiri. dampak dari perkembangan teknologi dan informasi, sebenernya bikin pikiran terbuka sih. lebih tepatnya, seolah-olah terbuka. orang mudah sekali menerima informasi dan jika menyinggung kebutuhan dirinya dan itu menguntungkan 'dia', maka informasi tersebut akan disimpan baik-baik di otaknya. nah, parahnya lagi, ada yang sampai menjadikan itu sebagai landasan dalam berpikir dan beralibi. akan bagus kalau informasi itu tepat dan tidak melanggar suatu norma, tapi jika sebaliknya, bagaimana?  hari gini, manusia makin pintar ngomong. makin pintar berargumen. makin tau banyak hal. sebetulnya tidak menjadi masalah, selama tidak kelewatan. tapi, yang paling aku sayangkan adalah,  manusia menjadi semakin pintar berdalih demi menjauhkan dirinya dari agamanya sendiri.  bahkan dalam beberapa fenomena, kalimat "untukmu agamamu dan untukku agamaku" ini j...

Mengulik Luka Dibalik Aksara

Sejak dikenalkan dengan dunia tulis menulis di sekolah dasar, entah kenapa langsung jatuh cinta. Saya mulai dari menulis cerita pendek soal kehidupan, cerita bersambung tentang pertemanan, bahkan novel jadi yang berkisah perjuangan mencapai mimpi. Sayangnya, tidak ada yang indah dengan masa kecil saya. Yang saya ingat dari masa kanak-kanak itu hanya kegagalan demi kegagalan yang beruntun, dan sedikitpun tidak saya ingat orang tua saya-sebagai orang terdekat yang tahu segala hal, menghibur saya dalam keterpurukan itu. Tidak adanya dukungan di masa kecil yang meredakan perih, maka keterpurukan sukses mengambil alih peran untuk menggali lubang amat dalam di jiwa kecil saya yang saya bawa hingga sekarang, bernama trauma.  Yang menarik adalah, meskipun jatuh berkali-kali, saya tidak pernah berhenti atau sedikitpun berpikir untuk meninggalkan kesukaan menulis. Semakin dewasa, tulisan saya semakin berkembang, saya banyak memerhatikan kepingan hidup di sekitar saya, bahkan apa yang terjadi...