Besok Senin
Memutuskan membuat ini sebelum besok benar-benar senin dan malas jadi basi.
Demi merayakan hari terakhir kemageran dan beberapa saat sebelum kemerdekaan hari penuh deadline, ada beberapa wejangan untuk saya di esok hari hingga seterusnya.
Sebelum kepada siapapun, ini tertuju untuk diri sendiri lebih dulu tentu saja.
Kalau mau ngomongin soal quote motivasi, sepertinya setiap orang sudah khatam dan menelannya berkali-kali sampai berliur-liur.
Mari bicara soal pengalaman.
Semester 5, artinya tahun ketiga, alias sudah genap 2 tahun jatuh bangun hingga ambyar dan kamu nggak mati, kok!
Tetap hidup, dan matahari tetap mengunjungi pagi, sampai digelincirkan oleh malam.
Berkali-kali takut, resah, dan semua perasaan negatif yang kamu rasakan, hanya untuk kemudian sadar kalau kenyataan nggak sekejam itu.
Berkali-kali mau ketemu senin dan diguyur paradigma seram-nya di malam sebelum hari itu dateng, ternyata nggak terbukti. Dia masih punya nurani.
Berulang kali mencoba, dan salah, tapi kamu lega kan? Setidak-tidaknya kamu udah menang dari ego sendiri yang secara cuma-cuma memagari bagaimana luar biasanya potensi yang kamu miliki.
Berkali-kali memaksa diri keluar dari zona nyamannya, dari zona leha-lehanya, dari zona luah pikir dan keminderannya, bukan dengan menepis kekurangan diri, dan kamu bisa! Kamu terima kekurangan kamu, ketidakpintaran kamu, kelalaian kamu, dan nggak lupa menerima bagaimana Tuhan masih ngasih napas buat berubah.
Bukan karena dan jadi orang lain, tapi kamu paham diri kamu, potensi yang kamu punya, bisa jadi mahakarya keren dengan mengatur diri lebih baik lagi.
Kamu lakuin itu pelan-pelan, tapi sekecil apapun adalah kemajuan kan?
Kamu yang mula-mula dipenuhi ketakutan, perlahan jadi memaknai rintangan yang kamu hadapi sebagai peluang bagus.
Kamu yang di awal hari disergap kemalasan, setelahnya kamu sadar kalau malas adalah teman yang buruk. Dia membuat kamu kehilangan hal-hal baik dan memuaskan yang bisa kamu dapatkan sebagai gantinya!
Kamu pembelajar yang baik dari semua yang kamu alami.
Kamu hanya perlu jadi pengingat yang juga baik sekarang.
Terakhir saya mau mengkhianati paragraf awal, karena ini sesuai pengalaman sendiri.
Kita perlu punya mindset sehat, dan kita bisa membangunnya pelan-pelan. Salah satu katanya gini, ubah rasa takut kamu jadi rasa penasaran.
Hei, coba, bagaimana kalau ternyata senin itu menyenangkan?
Kira-kira ada kejutan hal baru apa di senin besok?
Apakah dosennya akan mengajar dengan baik?
Bagaimana jika presentasi besok dosen merespon buruk?
Praktikum! Apakah pekerjaan saya akan diterima dokter?
Hei, bukankah menunggu hal yang tidak terduga-duga itu seru?
Haha.
Semoga.
Tertanda,
Mahasiswi pejuang insecure tau-tau semester 5.
Komentar
Posting Komentar