Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Gigi Tiga

"Naik ke tiga ayok."  "Nah dorong, ini kamu dorongnya sambil diangkat sedikit ke depan, jangan dorong paksa ke kiri," komando itu bersumber dari sebelah kiri kursi pengemudi, siap siaga dengan tiap gerak-gerik situasi jalan untuk mengambil peluang. Tentu saja peluang itu dibebankan dalam bentuk perintah pada sosok yang diberi komando. Jalanan di depan meliuk panjang, sudah cukup jauh mobil berjalan untuk memaksanya tetap di gigi dua, maka mau tidak mau aku menginjak kopling dan mengatur persneling manual naik satu ke gigi tiga.  Mobil merespon perubahan itu dengan gerungan yang terasa "berat" secara fisik bagi pemegang setir, aneh untuk dibilang gigi tiga. Aku menoleh bingung pada ayah di sebelahku. "Nah, itu gigi satu. Kamu tuh dorong ke kiri tadi nggak sadar." Seloroh Ayah, dalam ucapannya dapat kudengar ia sedikit menahan gemas lantaran ini bukan sekali dua kali supir cadangannya berulah dengan "gigi tiga". Aku dan gigi tiga, bisa di...

Ia yang (suatu hari) menyerah pada menulis

Kalau ada satu hal paling mengecewakan yang boleh aku nyatakan saat ini seumur hidupku, aku akan dengan yakin menjawab ketika aku  menyerah pada menulis .  Hanya karena aku tidak berada pada kondisi menguntungkan dengan tulisanku, bukan berarti aku patut mengkhianatinya. Aku justru menjadi pengecut bagi jati diriku sendiri. Meninggalkan menulis sebagai ritual merenung sama artinya dengan menelantarkan diriku terombang-ambing dalam badai, yang ketika ia jatuh, ia hanya dapat membungkam sedu sedannya sekuat tenaga, kemudian bersama badai yang hilang, ia akan pura-pura memberi senyum paling tulusnya. Ia mengira itu manis, dan sebagai simbol diri yang kuat, padahal luka dalam jiwanya kian memberingas tanpa Ia acuhkan barang sedikitpun. Aku telah berusaha menjadi orang lain, mengira setiap tamasya itu akan menentramkan ricuh isi kepalaku, padahal jarang sekali mereka dapat tersalurkan melalui buah bibir yang terlalu memelihara ego untuk membuka dirinya. Dan siapa punya telinga selu...

Menulis itu luka | Kilas Cerpen

“Menulis itu luka.” Dia  menanggapi dengan singkat ucapanku dengan menunduk. Cangkir berisi kopi di hadapan yang tampak sudah mendingin membuat tangannya menggapai gagangnya lalu menyesapnya pelan. Aku menghela napas sejenak. Mataku menatap kembali lembaran kertas yang masih kupegang dengan sayu, telah berhari-hari aku merangkai cerita yang kusiapkan untuk kolom redaksi bagianku, hanya untuk mendapatkan tanggapan yang jauh dari kata baik. Siang itu juga, dia mengajakku untuk menepi di cafe dekat kantor. Menyegarkan pikiran, katanya. “Kenapa luka? Bisa juga pelampiasan.” Sanggahku bukan tidak setuju, hanya ingin lebih banyak dengar pendapatnya. Mendengarnya berbicara tidak pernah membosankan. Selalu ada hal menarik dari perkataannya. “Luka kalau menulis buat orang lain. Nulis buat diri sendiri, dan cari kepuasan sendiri mungkin jalan paling baik.” Selorohnya setelah kembali meletakkan cangkir ke piringnya, kini menatap manik mataku dengan lembut. Aku mengangguk-angguk dalam....

Hujan yang Mengering | In Memoriam of Sendekala

“Wa keyf int?” Satu minggu yang lalu, saat kukira aku masih akan punya kesempatan untuk mengobrol lebih banyak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, aku belum menjawab pertanyaan balikmu mengenai kabarku, yang mungkin kau tanyakan sebagai sopan santun belaka. Meski jawaban ini tidak akan pernah terdengar, izinkan diri yang naif ini menjawabnya juga sebagai sopan santunku. "Cukup sulit. Tapi mungkin sedikit. Sesedikit waktu kita di dunia, kan?" // I don't wish for us nor for me, I'm praying for you now.. Sudah masuk hari kedua sejak kabar pahit itu datang, dan aku masih berusaha membangun kekuatan untuk menerimanya sepenuh hati. Kau bilang, kerelaan seluruhnya kepada Allah tanpa pamrih adalah sebenar-benarnya nikmat iman, bukan? Secepat kabar itu datang, secepat itu pula diri ini tergugu. Saat itu aku dalam perjalanan menuju klinik untuk keperluan tertentu, mencoba sekuat tenaga untuk tidak terisak hebat di belakang punggung bapak-bapak yang tengah mengendarai motor...