Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Sebelumnya terimakasih Bang Tere, atas judul novel yang amat sarat makna itu. // Dengan segala ketidakmutuan penggunaan waktu pada fase liburan, Aku merenungkan banyak hal. Tidak banyak sih. Tapi cukup esensial. Barangkali tidak menjawab segala paranoidku, tapi mengarahkannya pada hal lain. Yang tidak pernah terpikir oleh keegoisanku. Kadang kala, beberapa kerabat datang dan selalu ada kata2 yg terlontar mengenai: "Udah nanti periksa giginya di dek aliyya aja." Kemudian aku tertawa, garing. " Aku bilang ke ade aku, dek kalo mau rapiin gigi tunggu nanti dek aliyya jd dokter aja." Lagi, aku tersenyum, agak kecut. "Ehh ada dokter gigi.." Lagi dan lagi, kegetiran itu mengalir seiring senyum yg merekah di bibirku. "Al nanti aku tag kamu behel pokoknya." Seneng ga seneng. Aku selalu takut mengecewakan org lain. "Gimana kuliahnya?" Bertanya dg antusias. Apalagi kalau ada yang ngomong, "dokter Aliyya.." Maka serta merta aku...