Teruntuk Sajak; di Malam Januari


Sebagaimana senja
Muasal gelap menjajah angkasa

Titik-titik cahaya yang tersingkap
Berpendar, bertaburan


Senja yang tiada ingkar
Bawakan kisi-kisi malam pada langit dan tanah
Pada jiwa-jiwa yang terpanah cinta dunia


Aku tidak suka senja
Dia pulangkan kelam

Aku benci malam tiba
Malam-malam yang lekas berlalu
Mata yang memejam
Napas-napas yang beradu
Derai pilu di pungguk malam yang bisu
Dedaunan yang berdansa dengan rayuan angin
Para jangkrik yang angkuh dengan kicauan kecilnya

Dan aku..
Yang tersapu debu ilusi
Teringat dulu
Malam-malam yang berlalu
Di atas dipan kayu
Bersama ayah dan ibu
Rengekan manja, susu..!

Lalu, kamar pengap yang tiada bisu..
Insan-insan yang hidup tanpa nafsu..
Di sekelilingku
Dan rasa-rasa nyaman itu,
Akan berlalu ..


Tentu, waktu adalah waktu
Waktu bukan kendali rasa

Namun waktu mencumbuinya
Dengan ritmenya yang begitu cepat
Selayak memacu kuda di bentangan gurun..
Dan rasa terlanjur mencintainya
Amat dalam..
Sedalam jurang ..
Rasa yang terjerembab dalam keputusasaan..


Sedekap rasa yang membelenggu jiwa..
Menaifkan animo akan dunia

Hingga rasa itu letih..
Kehilangan detaknya yang berharga


Jiwa-jiwa pendekap rasa kini berderai
Rindukan dentang zaman pada lalu

Gemetar memandang buana
Tangan-tangan raksasa yang tiada lelah bekerja
Mata-mata suntuk menghabisi lembaran kata
Dambakan mutiara tersemat di panggung kertas
Kertas-kertas yang semu..
Jiwa-jiwa yang mengagungkan angka; entitas yang semu.. dogma-dogma yang merekat pandangan dan ambisi..


Dan aku?

Aku masih tersangkut benang rindu

Berbincang dengan hati
Tentang malam yang membunuh asa
Sendiri..
Kini hanya ada satu nafas..
Dipan yang sempit..
Jutaan aksara yang berputar-putar,
Berdentum-dentum, mencoba hancurkan benteng akalku
Dia lebih sulit dari sebuah sajak di bulan Juni
Untaian kata yang membekap imajinasi
Aku amnesia pada sajak-sajakku..
Dimana gerangan ?


Aku mengerang..

Parade buana, manusia2 gila..

Aku muak!!


Kepada sajak yang terukir ia oleh tinta akalku..

Sungguh, aku merindu..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Berapa Lama?

RESENSI NOVEL PULANG LEILA S. CHUDORI