REST IN PEACE | DUA HADIAH DALAM SATU PAKET

--Sebaik-baik nasihat adalah kematian.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk salah satu guru saya tercinta, Alm. Bu Nur Apriyani.
Kalau dibilang terkejut, maka saya termasuk orang yang 'terpaksa' mencerna kabar itu dalam pikiran saya.
Jujur buk, meski entah kapan terakhir kali kita beradu pandang, bayang2 ibu tersenyum masih terngiang dan alam bawah sadar belum mau berhenti memberontak kenyataan pahit itu.
Sudah ribuan kali mendengar nasihat akan ajal, namun berkali2 juga hati ini jatuh dan sulit sekali memeluk takdir Tuhan itu. Bahwa detik demi detik yang berhasil dilalui adalah sebuah rezeki, dan hanya kematianlah yang kemudian menghentikannya.

Ibu hebat. bahkan dalam kepergianmu, kau sudah tunjukkan betapa gigih perjuanganmu di hadapan Allah, mempersembahkan insan terbaik untuk dunia. InsyaAllah dia sholeh, dan keberadaannya menggantikanmu.

Betapa luar biasa kau buk, kau tidak pergi tanpa jejak. Kau tetap biarkan ia di sini, mengembara di hutan dunia. 

Betapa mulia kau buk, dalam satu waktu kau dapatkan syahid di jalan-Nya, juga berikan hadiah terindah untuk keluarga dan dunia.

Tugasmu sudah purna, dan Tuhan menanti kehadiranmu.

Semua orang menyayangimu buk. Terimakasih telah mengingatkan diri ini pada kehidupan abadi..

Meski lagi-lagi, hati ini masih terasa nyeri..

InsyaAllah rahmat-Nya selalu mendekapmu, dan doa-doa kami menyertaimu

-Salam dari anak muridmu generasi kedua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Berapa Lama?

RESENSI NOVEL PULANG LEILA S. CHUDORI