lost
Aku... nggak tau harus memulai halaman ini dengan apa.
Aku takut.
Akhir-akhir ini, aku benar-benar takut.
Aku menulis ini sambil berlinang muram.
Meski mendengar tawa keluargaku di ruangan lain, tidak ada yang berkurang dari kegamanganku.
Dalam 1-2 tahun ke belakang, aku gak pernah berani membayangkan diriku ada di posisi saat ini. Hanya karena aku yakin aku tidak akan melanjutkannya. Aku tidak akan sampai di sini. Atau, aku tidak perlu khawatir karena penderitaanku pasti akan selesai ketika aku mencapai titik ini.
Nyatanya, tidak sama sekali.
Kini aku betul-betul dihadapkan pada keputusan final, apakah akan melanjutkan atau berhenti? Tidak ada setengah-setengah dalam keduanya. Tidak boleh ada penyesalan di masa depan, sebagaimana yang aku pendam setengah mati beberapa tahun ini.
Aku harus memutuskan.
Tapi apa belum jelas bagiku bagaimana orang2 terdekat jelas akan menentang itu?
Aku tidak dalam keadaan yang baik dari segi apapun. Rasanya, memilih apapun juga tetap salah. Aku takut, terlalu takut.
Aku takut tidak bahagia di masa depan, Ya Allah.
Bukan tidak ingat bagaimana firman-Nya, "janganlah kau berputus asa dari rahmat-Ku"...
Tapi bahkan ibadah terasa sangat sulit ketika kita tidak dalam keadaan yang baik bukan? Ketika tidak dalam keadaan yang kau inginkan, tapi dia sangat-sangat membebanimu...
Beban yang berasal dari sesuatu yang tidak kau sukai adalah seburuk-buruk penderitaan..
Setelah 4 tahun ini harus memaksa diri untuk tetap legowo dan mencoba mencari secuil kebahagiaan dari luar agar sanggup bertahan, bagaimanapun aku harus mencari itu di dalamnya. Tetap belum ketemu. Yang ada malah aku semakin enggan dan menghindar terhadap beberapa hal.
Pada titik seperti ini, aku betul-betul berpikir bahwa kematian adalah solusi.
Meski sebenarnya tentu tidak.
Aku tidak punya jalan keluar. Tidak pula terdapat tanda-tanda aku akan menyukai ini dalam beberapa waktu ke depan... yang ada hanya bola salju mengerikan yang semakin membesar memenuhi kepala dan jiwaku.
Kapan terakhir kali bisa tertidur tenang?
Kapan terakhir kali menghafal Al-Quran tanpa terpikir hal ini?
Bahkan aku juga tidak bisa menjamin bahwa memilih yang lain dapat memperbaiki hidupku... tapi ini betul-betul buruk.
Betapa aku ingin dekat dengan-Mu, Ya Allah.. betapa aku juga ingin mencari kebahagiaan di dunia yang dapat membuatku mudah mendekat kepada-Mu tanpa keresahan sedikitpun..
Bagaimana aku bisa hidup dengan sesuatu yang tidak aku sukai? Bertahun-tahun lamanya? Itu sama saja seperti membunuh jiwamu perlahan. Dan itu memang terjadi.
Ini bukan lagi soal apakah aku bisa atau tidak, tapi apakah aku akan bahagia menjalaninya?
Menebak masa depan itu mustahil, tapi belajar dari pengalaman dan masa sekarang itu mudah. Dan jawabannya adalah tidak.
Aku tidak bahagia.
Bahkan setelah mencoba berkali-kali, aku tidak menemukan kebahagiaanku di sini. Aku hanya merasa "lega" ketika telah melewati suatu hal...
____________________________________________________
Aku tidak tau siapa saja yang membaca blog ini, tapi terkadang aku betul-betul terharu meski hanya melihat angkanya, tidak mendengar suara mereka lewat komentar atau apapun. Kuharap, sekali-kali kalian boleh meninggalkan jejak...
Komentar
Posting Komentar