MENDUDUKI POSISI TUHAN, atau MENUHANKAN DIRI SENDIRI ?
Tau gak, sebetulnya banyak kekeliruan yang diciptakan manusia dengan segala praduga dan intuisi lemahnya, yang justru membuat susah hal yang bisa dibikin mudah.
Contohnya.
Manusia itu, tugasnya menghadapi masalah. Yang nuntasin itu bukan kita, lalu siapa?
Allah.
Selama ini kita ngerasa payah sendiri dan nyerah, karena mungkin, bagian Tuhan kita ambil alih. Kuasa-Nya kita lupakan. Porsinya kita jamah. Ya bisa apa si, makhluk lemah.
Allah.
Selama ini kita ngerasa payah sendiri dan nyerah, karena mungkin, bagian Tuhan kita ambil alih. Kuasa-Nya kita lupakan. Porsinya kita jamah. Ya bisa apa si, makhluk lemah.
Allah sudah berbaik hati siap mendengarkan segala keluh kesah dan rapalan mengemis hamba-Nya, namun dengan mudahnya kita merasa, i can get over those storms by my self. Kita lupa sempatkan tangan untuk menengadah dan tundukkan kepala, padahal semestinya hal itu adalah sebuah prioritas yang diutamakan, bukan disempatkan.
Kita berjuang, kita belajar mati-matian, sampai tanpa kita sadari pikiran dan hati kita yakin kalau kita udah mampu kok buat lewatin ujian besok.
Kita pasti bisa ngerjain ulangan minggu depan.
Kan udah hafal dan paham semua.
Yakin deh, pasti bisa dapet nilai sempurna.
Loh?
Padahal, kemampuan bukan tolok ukur utama keberhasilan yang bakal dicapai. Perjuangan keras juga bukan.
Di atas segalanya, ada kuasa Tuhan yang menjadikannya iya, atau tidak.
Terjadi, atau tidak terjadi.
Berhasil, atau belum.
Bukan karena kemampuan kita, tapi karena kuasa-Nya.
Lagipula, kemampuan itu tidak benar2 milik kita kan ?
Di atas segalanya, ada kuasa Tuhan yang menjadikannya iya, atau tidak.
Terjadi, atau tidak terjadi.
Berhasil, atau belum.
Bukan karena kemampuan kita, tapi karena kuasa-Nya.
Lagipula, kemampuan itu tidak benar2 milik kita kan ?
Atau jangan2, kita merasa semua hal terjadi karena usaha dan kemampuan kita sendiri ?
Hati-hati.
Jangan sampai, pemikiran tersebut tanpa sadar membuat kita lambat laun menuhankan diri kita sendiri.
Jangan sampai, pemikiran tersebut tanpa sadar membuat kita lambat laun menuhankan diri kita sendiri.
Bukankah, tidak ada sesuatupun di dunia ini yang terjadi tanpa campur tangan-Nya ?
Karena itu, doa sangat penting. Doa itu hal paling pertama yang bisa mendobrak pintu2 langit.
Maka, berdoalah. Seserakah kita. Apapun kondisinya. Siapa tau bisa jadi tabungan untuk masalah2 kita di masa depan kan ?
Ingat deh, Tuhan gak akan membiarkan doa2 yang mengangkasa itu mematahkan hati perapalnya masing2.
Kalau ada masalah, maka berani, hadapi, dan SYUKURI. Legowo.
Masalah adalah unsur mutlak kehidupan, dan keberadannya bisa jadi hadiah untuk kita, atau justru musibah.
Tergantung pola pikir masing2.
Kamu ingin dengan adanya masalah itu kamu terasah, atau patah ?
Komentar
Posting Komentar