TRIP DIENG !! | ADA TUHAN DIBALIK DZAN
Buat liburan2 yang udah berlalu dan 'sedang' dilewati, budayanya ialah seputar silaturahim, halal bihalal, pulkam--repeated, selesai.
Trip sekeluarga?
Maka guci akan menjadi satu dan terakhir dari pilihan yang ada. Alias, tidak menghadirkan yg lain memang.
Ehe.
Dan kemarin, tiba2 tersulutlah topik liburan mau kemana?
Entah gimana saya nyeletuk aja yang ada di pikiran, "Dieng."
Sering denger tapi gak benar2 tahu itu bagaimana. Di jawa pula.
Dan disetujui gak pake lama.
Yay.
Sempet takut karena habis marak2nya bencana, khawatir sana sini rawan, lebih2 dieng itu dataran tinggi tertinggi di pulau jawa. Gak main main.
Tapi inget lagi, di atas segalanya, sejuta prasangka manusia yang lemah, ada pemegang kuasa Mahadahsyat, Allah.
Bukan meremehkan dengan, kalau Tuhan gak menakdirkan ya gak terjadi.
Atau, kita gak maksiat kok.
Atau, ah gak mungkin. Buktinya gada notif apa2 kok. Dia gak masuk daerah terprediksi bencana di warta kemarin.
We better say, "Allah selalu bersama hamba-Nya yang berzikir."
Atau, "Jangan cuma karena warta dan prasangka yg kita tumbuhkan sendiri, kita jadi mengesampingkan eksistensi Tuhan."
Kita takut sama praduga yang beriak2 dalam akal kita sendiri kan?
Takut itu sama Tuhan.
Toh, pada akhirnya memang kita akan bersenyawa dengan tanah.
"Ya Allah, jika memang ajalku datang, maka matikan aku di jalan-Mu, dan jika belum, maka Engkaulah sebaik2 pelindung bagi kami."
Alhamdulillah, Dia masih menakdirkan saya berkelana di bumi Dieng, menjejakkan langkah2 pada mahakarya-Nya yang tiada tandingan.
Terimakasih Tuhan.
Terimakasih, Dieng.
Aku rindu dinginmu.
Komentar
Posting Komentar